Sat Lantas Polresta Ambon masih terus lakukan penyelidikan terkait kasus kecelakaan lalulintas yang berujung meninggal dunia, 4 September 2022 lalu

Polresta P.Ambon & P.P Lease – Sat Lantas Polresta Ambon masih terus lakukan penyelidikan guna mengungkap tuntas kasus kecelakaan lalulintas yang berujung meninggal dunia, Faris Rumanama, 4 September 2022 lalu.

Bahkan, sudah dijelaskan langsung ke pihak keluarga almarhum Faris Rumanama, terkait perkembangan penyelidikan di pertemuan (audiensi) bersama Penyidik Unit Laka di ruang Satpas Satlantas Polresta Ambon, Selasa 22 Nopember 2022 lalu.

Dalam audiens tersebut di hadiri Kasatlantas Polresta Ambon, Kanit Gakkum, Penyidik pembantu unit laka lantas, dan kedua orang tua almarhum yakni, Jamaludin ayah korban, dan Aminah ibunya.

Di Audiens, itu kedua orang tua almarhum didampingi 6 orang anggota keluarga, dan dan Kuasa Hukum yakni Kaimudin, Ramli, dan Muhamad.

Mereka meminta penjelasan perkembangan proses penanganan perkara laka lantas yang berujung neninggalnya, Faris Rumanama, 4 September 2022 di Jln. Raya Stain, kota Ambon.

Serta menanyakan keberadaan mobil Calya berwarnah merah bernomor polisi DE 1672 B diduga sebagai pelaku, yang tidak ada lagi di kantor Polresta Ambon.

Dalam pertemuan, itu juga pihak keluarga bahkan menyebut bahwah, seharusnya kasus tersebut sudah ada tersangka yang menabrak karena dinilai sudah ada bukti-bukti untuk dilakukan proses hukum. Dan meminta kepada penyidik untuk segera menindak lanjuti dengan cepat.

“Kami sampai saat ini penyidik telah memintai keterangan sebanyak 16 saksi dan telah mengirimkan SP2HP kedua kepada pihak keluarga dan diterima tertanggal 7 Oktober 2022 yang lalu,” ujar Kasat Lantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompol Senja Pratama S.H., S.I.K, Rabu (30/11).

Bahkan, hasil penyelidikan sudah disampaikan langsung disaat ada pertemuan dengan pihak keluarga. Di dalam SP2HP tersebut secara jelas disebutkan bahwa penyidik belum dapat meningkatkan ke tahap penyidikan dikarenakan belum memiliki alat bukti yang cukup termasuk saksi fakta di lokasi kejadian (TKP).

Apakah lakalantas tersebut merupakan tabrak lari atau laka tunggal. Kasat lantas menyampaikan sejak laporan diterima sampai saat ini, penyidik telah bekerja secara maksimal dan prosedural.

“Tidak bisa memaksakan kehendak ataupun berdasarkan asumsi- asumsi saja, harus berdasarkan fakta yang ada,” ucap Senja, lagi.

Terkait keberadaan mobil Calya merah telah diserahkan titip rawat kepada pemiliknya sesuai surat permohonan pinjam pakai yang diserahkan oleh pemilik mobil kepada pihak Sat Lantas Polresta.

Dikarenakan, kata Senja, pada mobil tersebut tidak ditemukan tanda atau bekas tabrakan, dan ini berdasarkan keterangan langsung dari pihak bengkel resmi toyota.

“Dan Pada dasarnya mobil tersebut tetap dalam pantauan pihak kepolisian,” sebut Senja.

Tindak lanjut dari pertemuan bersama keluarga, dipastikan Senja, penyidik meminta kesediaan Aminah (Ibunda Almarhum) untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

” Dan, Selasa 29 November ibu Aminah juga hadir di kantor dilakukan pemeriksaan secara interogasi oleh penyidik. Intinya, masih terus kita lakukan penyelidikan dalam menuntaskan kasus ini,” tutup Senja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *