Ini Penjelasan Kasat Lantas Polresta Terkait Perkembangan Laka Lantas di STAIN

Polresta P.Ambon & P.P Lease – Kasus laka lantas pada daerah stain yang mengakibatkan meninggalnya pengendara kendaraan roda dua saudara Faris rumanama pada beberapa pekan lalu yang diduga akibat tabrak lari masih dalam perkembangan penyidikan samapai dengan saat ini sudah 14 orang saksi yang berada di tempat di kejadian telah di periksa oleh penyidik unit laka lantas polresta ambon dan beberapa barang bukti sudah di amankan penyidik berupa rekaman CCTV pada Alfamidi dan Toko mebel serta 1 unit motor milik korban dan 1 unit mobil. Serta penyidik juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait ( pihak bengkel dan diler) .

” Kasus laka lantas teresebut masih kami lakukan pendalamanan karena belum ada keterangan dari saksi-saksi yang berada di TKP serta keterangan saksi dari ahli dalam hal ini pihak bengkel yang mengecek kondisi kendaraan untuk mengungkapkan bahwa laka lantas ini termasuk laka lantas tunggal atau laka lantas yang di akibatkan oleh pengguna jalan lain. ” Ungkap Kompol Senja

Menurut kasat lantas polresta ambon saat di temui tim humas polresta ambon Masyarakat sekitar mengatakan bawah pada saat kejadian hanya mendengar suara benturan pada tempat kejadian dan melihat posisi korban dan motor korban sudah tergeletak di atas jalan raya pada saat yang bersamaan juga tidak ada kendaraan lain yang berhenti selain korban dan kendaraan korban.

” Mobil merah yang di sampaikan oleh pihak keluarga maupun masyarakat juga tidak memiliki tanda-tanda kerusakan karena menabrak sedangkan Bukti CCTV yang kami ambil juga dari Alfamidi maupun pesona cuman merekam aktifitas lalu lintas di depan tempat cctv berada dan tidak merekam samapai ke tempat kejadian . ” Lanjut kompol senja

Dari keterangan Para saksi yang berada di TKP  juga tidak tau persis bahwa sodara Faris Rumanama Ini jatuh akibat di tabrak atau jatuh sendiri sedang Untuk cctv di sekitaran TKP sulit untuk di cari ada Cctv pada toko mebel kami cek ternyata tidak bisa di buka kami kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak forensik mabes polri untuk mengecek cip dari cctv tersebut guna dapan membantu penyidikan dan apabila mikro cip it bisa terbaca rekaman-rekaman terdahulu terutama pada tanggal 4 September 2022  siang itu bisa di jadikan petunjuk walau pun hasilnya blur yang menyorot ke jalan raya akan tetapi tidak terbaca juga

” Untuk meningkatkan kasus ini ketahap Sedik Harus di sertai dengan 2 alat bukti yang cukup karena sesuai dengan undang-undang Putusan MK 2014 bawah harus memiliki 2 alat bukti sebagimana di atur dalam 148 kuhp, bahwa penyidik untuk mengsangkakan seseorang sebagai tersangka harus memiliki saksi dan bukti yang cukup, oleh sebab itu saya minta kepada pihak keluarga maupun masyarakat agar apabila mengetahui kejadian secara langsung atau memiliki bukti yang dapat membuktikan kejadian tersebut bisa langsung di serahkan kepada kami pihak lalulintas polresta ambon. ” Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *