Pelaksanaan Kegiatan Rutin yang di tingkatkan (KRYD) Polsek Kpys Berhasil Amankan 35 liter Minuman Keras Tradisional

Polresta P. Ambon & P. P. Lease –┬áKegiatan Rutin yang di tingkatkan (KRYD) di wilayah Hukum Polsek Kpys. sering di lakukan oleh personil Polsek KPYS Berdasarkan surat perintah tugas dari kapolsek Kpys┬áSurat Perintah Tugas Nomor : Sprin/120/VI/2022/Polsek Kpys tanggal 01 Juni 2022 Sampai dengan tanggal 30 Juni 2022, Tentang Razia Miras, Narkoba, bahan tambang serta kelengkapan administrasi surat kendaraan di wilayah hukum Polsek Kpys. dengan sasaran Minuman keras tradisional jenis sopi, bahan tambang, dan barang ilegal lainnya. Ucap Kapolsek KPYS ( 01/06/2022 ).

bertempat di Pelabuhan DR. Siwabessy Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon telah tambat Kapal perintis Km. sabuk Nusantara 87 asal Pelabuhan bebar, Moa, letti (Maluku Barat Daya).

Saat kapal tersebut tambat langsung melaksanakan debarkasi penumpang dan barang, kemudian bersamaan pula Anggota Polsek Kpys yang di pimpin PLH Kapolsek Kpys IPDA ZAINAL, S.H melaksanakan pengamanan serta Razia barang bawaan penumpang untuk mengantisipasi adanya penumpang yang membawa barang ilegal serta minuman keras agar terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.

Selain Razia barang bawaan penumpang di dermaga, Anggota Polsek Kpys juga melakukan Razia di atas kapal tepatnya pada deck tempat tidur penumpang serta gudang tempat penitipan barang, dan Selama kegiatan tersebut telah di temukan minuman keras tradisional jenis sopi yang di kemas dalam 7 (tujuh) jerigen ukuran 5 Liter = 35 L (enam puluh liter). dan 2 (dua) botol akua ukuran 1.500 mililiter = 3 (tiga liter). Total keseluruhan temuan minuman keras tradisional jenis sopi sebanyak 38 L (tiga puluh delapan liter). dan di amankan oleh petugas polsek KPYS

Setelah giat Razia selesai langsung di lakukan pemusnahan barang bukti tersebut dengan cara di tuangkan ke laut. tidak lupa juga personil KPYS menghimbau kepada pemilik untuk tidak lagi membawa dan mengedar minuman keras tradisional tersebut karena dapat menimbukan banyak gangguan kamtibmas akibat dari peredaran minuman tradisional tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *